PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK MVC
PENDAHULUAN
Seiring
perkembangan teknologi informasi, khususnya teknologi pengembangan aplikasi
berbasis web, saat ini ditemui beberapa model pengembangan aplikasi web
menggunakan kerangka aplikasi (web framework) yang bertujuan menghasilkan
aplikasi web yang berkualitas. Dari survey tahun 2015 web framework menggunakan bahasa pemrograman populer
PHP didapat beberapa framework yang menggunakan pola desain Model View
Controller (MVC) sebagai pilihan dalam pengembangan sistem informasi
berbasis web.
TEORI DASAR
- Sistem Informasi Akademik
Definisi
akademik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berhubungan dengan hal
akademis, akademisi serta dikaitkan dengan gabungan kata pendidikan akademik
dan program akademik.
Dari
uraian diatas dapat diartikan sistem informasi akademik adalah sistem
pengelolaan dalam organisasi yang menyelenggarakan program pendidikan, yang
didalamnya terdapat pengelolaan manajerial dan kegiatan strategis institusi
pendidikan.
- Web Framework
Aplikasi
yang bisa dikustomisasi oleh pengembang aplikasi (programmer).
Manfaat
dari framework antara lain :
- Mempercepat
dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.
- Relatif
memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework
(dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada).
Umumnya
framework telah menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang umum dipakai sehingga
kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, pagination, multiple
database, pengaturan session, error handling, dan lain – lain).
Jika
dikerjakan secara tim, maka akan menjadi lebih terarah karena system framework
mengharuskan adanya keteraturan peletakan kode.
- Model View Controller
Pola
desain pengembangan perangkat lunak (design pattern) merupakan deskripsi dari
class-class dan object-object yang saling berkomunikasi yang tersusun untuk
memecahkan masalah perancangan secara umum pada sebuah konteks tertentu.
Pola
desain Model View Controller (MVC) terdiri atas 3 jenis objek, Model
adalah objek aplikasi, View adalah objek antar muka tampilan presentasi
dan Controller adalah bagaimana reaksi pengguna saat menerima
inputan.
- Web Framework MVC
Menurut
Ralph F. Grove [8], komponen web MVC saling berinteraksi dengan pola:
Model-view:
elemen view memungkinkan melakukan permintaan (query) ke model untuk
mendapatkan informasi yang akan ditampilkan ke antarmuka user
Model-controller:
elemen aksi dari controller dapat memanggil elemen model untuk melaksanakan
request transaksi. Fungsi-fungsi dalam model diantaranya termasuk: eksekusi
logika aplikasi, update database, atau memanggil layanan dari sumber luar.
Elemen controller juga dalam request data ke model untuk kemudian di kirim ke
elemen view
Controller-view:
elemen controller akan merespon request dari elemen view. Controller juga dapat
menentukan elemen view mana yang akan ditampilkan ke user sesuai dengan request
yang diberikan. Elemen controller dapat juga menyiapkan informasi yang akan
digunakan oleh elemen view.
Web
framework mvc dilihat dari desain arsitektur framework adalah menggunakan
konsep 3-tier application yang mengelompokan pengaturan menjadi tiga bagian
besar: user , komponen mvc, dan database.
- Agile Unified Process
Agile Unified Process(AUP) adalah salah satu metodelogi pengembangan software yang mengkombinasikan
antara Rational Unified Process (RUP) dan Agile Method (AM) .
AUP dapat dikatakan versi sederhana dari Rational Unified Process
(RUP) . Model AUP adalah kombinasi dari komponen yang ada dalam
RUP meliputi Business Modelling, Requirement, dan Anlysis Design.
Dalam
AUP terdapat empat fase besar dalam tujuh komponen proses yaitu:
- Inception: fase ini bertujuan untuk
melakukan identifikasi skup awal dari project, pilihan arsitektur,
memperoleh pendanaan awal serta persetujuan stakeholder.
- Elaboration: fase ini bertujuan
mendefinisikan arsitektur sistem
- Construction: fase ini bertujuan
melakukan konstruksi sistem disesuaikan dengan keinginan stakholder
Semua
tujuh disiplin proses AUP dilakukan dalam bentuk iterasi, pendefinisian seluruh
aktifitas yang dilakuan tim pengembang mulai dari pengembangan, validasi hingga
delivery software harus sesuai dengan kebutuhan user.
Berikut
ini tujuh disiplin proses AUP:
- Model: bertujuan untuk memahami
bisnis proses organisasi, mendefinisikan permasalahan dan kebutuhan dari
user untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
- Implementation:
bertujuan untuk melakukan proses transformasi model menjadi kode program yang
dapat dieksekusi dan dilakukan proses awal dari testing seperti unit testing.
- Test
: Bertujuan
untuk menemukan cacat sistem, validasi kerja sistem disesuaikan dengan
desain dan kebutuhan user.
- Deployment:
Bertujuan
untuk integrasi sistem yang dibangun kedalam sistem organisasi
- Configuration
Management: bertujuan
untuk pengelolaan akses ke dokumen / artifak project. didalamnya
termasuk perubahan versi dan proses kontrol dan kelola perubahan yang
didalamnya
- Project
Management: Bertujuan
untuk melalukan proses arahan aktifitas yang berjalan pada project, didalamnya
termasuk manajemen risiko, pengaturan orang (penugasan, progres pelaporan), dan
koordinasi dengan orang-orang dan sistem luar untuk memastikan skup project
dapat di delivery tepat waktu dan sesuai budget.
- Environment: bertujuan mendukung proses pengembangan dengan
proses-proses, panduan serta perangkat.
- Black Box Testing
Black-box
testing adalah
merupakan pelengkap dari tahapan pengujian software selain metode
pengujian white box. Dari tahapan pengujian metode black-box berbeda
dengan white box, black box dilakukan pada tahapan akhir pengembangan
software sedangkan white box dilakukan di awal, artinya sebelum program secara
keseluruhan selesai program dapat diuji dengan metode white box
didalamnya termasuk menguji control structure dari sebuah program
sedangkan black-box mengabaikan control structure dan lebih berfokus
pada domain informasi apakah input yang diberikan penguji menghasilkan
keluaran yang diharapkan oleh user. Metode pengujian blackbox
diharapkan menemukan kesalahan berupa [14]:
Kesalahan
Performa
Kesalahan
interface
Kesalahan
dalam struktur data atau akses database eksternal
Fungsi-fungsi
yang salah atau hilang
PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Penelitian berfokus pada analisis kebutuhan
beberapa bisnis proses utama sistem informasi akademik yaitu: modul penerimaan
mahasiswa baru, administrasi keuangan, rencana studi, penjadwalan, absensi dan
penilaian, laporan studi dan pengelolaan master data.
- Analisis dan Desain
Dalam tahapan analisis dan
desain untuk setiap modul sistem informasi akademik dibuat dokumen artifak
pengembangan sistem yaitu: diagram use case, diagram domain model, diagram
sequences, diagram colloboration dan class diagram.
Hasil analisis diagram use case dan deskripsi
use case diturunkan kedalam diagram domain model yang menggambarkan relasi data
antar objek dalam sistem.
Domain model digunakan sebagai
dokumen artifak untuk desain sistem database.
Interaksi antara objek dalam sistem
berupa workflow
berdasarkan urutan waktu dan
proses digambarkan dalam bentuk sequences diagram dan colloboration diagram.
Pada proses analisis dan desain dibuat juga mockup atau tampilan antar muka user aplikasi, mockup aplikasi bertujuan untuk visualisasi aplikasi agar mudah dipahami oleh user dan pengembang aplikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan beri komentar